Tipologi partai-partai politik di Jerman

Gunther dan Diamond (2003) telah mengklasifikasikan 15 tipe partai politik. Lees mencoba mencocokkan klasifikasi itu dengan partai-partai yang ada di Jerman. Klasifikasi tersebut menggunakan tiga kriteria yaitu 1) organisasi formal, 2) komitmen program, dan 3) strategi dan norma sikap partai.

1.Partai elit.
Partai elit memiliki dua tipe yaitu partai dengan tokoh elit lokal dan partai klientelisme.

1. a. Partai dengan tokoh elit lokal muncul di awal abad 19, tidak memiliki organisasi formal dan muncul di masa ketika hanya sedikit yang berhak menjadi pemilih, mobilisasi pemilih yang sangat terbatas melalui hubungan personal dan reputasi.

1.b. Partai klientelisme terdiri dari konfederasi sejumlah tokoh elit lokal, mulai dari pemilik tanah tradisional atau kelas pedagang yang baru muncul. Organisasinya lemah, tapi sudah memiliki bentuk dan mulai memobilisasi pemilih yang lebih luas. Partai ini muncul seiring dengan melemahnya jaringan tradisional dan perkembangan sosial ekonomi. Partai seperti ini merupakan ‘aliansi borjuasi’ antara tokoh nasional yang terdiri dari kelas menengah liberal, pemilik tanah dan pemilik industri yang menentukan distribusi barang-barang publik pada pertengahan hingga akhir abad 19. Contohnya adalah aliansi “Iron and Rye”.  Keputusan politik mengenai ekonomi Prusia, dan setelah tahun 1871 ekonomi seluruh Jerman, dikontrol oleh koalisi gandum dan besi (rye and iron coallition). Koalisi ini adalah para pemilik tanah yang kaya atau disebut Junkers di Timur Jerman dan industri berat di bagian barat Jerman. Junker adalah bangsawan di Prusia yang memiliki tanah yang luas dan dikerjakan oleh para petani yang memiliki sedikit hak. Junker yang paling terkenal adalah kanselir Otto von Bismarck.

2. Partai massa
Partai ini muncul pada akhir abad ke-19 sebagai reaksi dari perluasan bertahap pemberian suara kepada kelas pekerja industrial. Ciri-cirinya adalah keanggotaan massal, pertumbuhan organisasi yang auxiliary, dirancang untuk memobilisasi dan mengintegrasikan pemilih massal yang baru. Partai-partai ini memiliki basis ideologi berdasarkan filsafat politik seperti marxisme, agama, atau sentimen nasional. 

2.a. Partai massa-kelas: SPD 1 
SPD 1 dapat dimasukkan ke dalam tipe partai ini. SPD berasal dari ‘revolusi borjuis’ yang gagal di tahun 1848 dan setengah abad kemudian muncul menjadi gerakan buruh. 
Ciri-ciri partai ini adalah partai massa-kelas kiri, otoritas formal terdapat bukan pada kongres partai, tetapi komite eksekutif yaitu sekretaris partai memiliki kekuasaan sehari-hari. 
Partai tipe ini rentan dengan konflik internal partai antara sayap kanan dan kiri, atau antara kelompok dissident di dalam partai dan kelompok yang memiliki otoritas terhadap disiplin partai.  
Budaya politik di SPD tetap terpola secara mendalam sejak awal berdirinya. 

2.b. Partai nasionalis-pluralis 
Partai ini bercirikan keanggotaan massal dan terbuka, memiliki budaya politik internal yang demokratis, dan menerima prinsip demokrasi. Program politiknya terpusat pada tuntutan otonomi teritorial, dan identitas nasional seperti bahasa atau budaya. Jerman tidak memiliki partai tipe ini. 

Comments

Popular posts from this blog

Undang-undang Pemilu Jerman tahun 1953

Perjalanan penentuan Parliamentary Threshold 5% di Jerman