Kelompok kepentingan dan politik di Jerman

Artikel ini membahas kelompok kepentingan dan pengaruhnya dalam politik di Jerman. 

Jerman adalah negara yang masyarakatnya sangat terorganisir. Orang Jerman biasa dengan organisasi dan terbiasa bekerja dalam organisasi dengnan tujuan untuk memenuhi kepuasan individu dan kebutuhan kelompok. Kelompok kepentingan di Jerman bervariasi mulai dari kelompok kepentingan olahraga, menyanyi, konsumen, pekerja asing, sepakbola dan sebagainya. Ada kelompok kepentingan yang tidak tertarik dengan politik, ada yang sangat berkepentingan dengan politik dan bahkan cenderung mempengaruhi politik, khususnya kebijakan publik. Sejumlah survei internasional menyebutkan bahwa Jerman suka menggunakan kelompok kepentingan sebagai alat untuk mempengaruhi pemerintah dibandingkan masyarakat di negara2 demokrasi di Barat lainnya seperti USA atau Inggris.

Sehingga dengan demikian, Jerman masuk ke dalam kategori negara korporatis yaitu  kelompok kepentingan berpartisipasi langsung dalam pemerintahan. Neokorporatis adalah bentuk baru dari korporatis yaitu pembaruan sistem intermediasi kepentingan yang dilakukan oleh kelompok kepentingan.

Ada banyak hal yang menjadikan kelompok kepentingan menjadi salah satu aktor dalam proses pembuatan kebijakan di Jerman. Hal-hal tersebut antara lain tradisi politik, nilai-nilai politik Jerman, gaya konsensus partai politik baru dan struktur pemerintahan Republik Federal Jerman. 

Kelompok kepentingan di Jerman terbentuk jauh sebelum The Reich (kekaisaran) ada, bahkan sebelum entitas politik berdaulat ada di wilayah Jerman. Kelompok kepentingan sudah ada sebelum Jerman sebagai negara ada. 

Asosiasi kelompok kepentingan yang mewakili pekerjaan dan kepentingan ekonomi di abad milenium ini dapat dilacak hingga abad pertengahan yaitu gilda-gilda korporasi. Kelompok-kelompok kepentingan ini terdiri dari pedagang atau produsen barang tertentu seperti pembuat meja, pembuat roti, pembuat lemari, penjual daging dsb. 
Hingga hari ini, kelompok-kelompok kepentingan ini masih menjalankan fungsi regulatornya secara teratur kepada negara seperti memberikan lisensi dan supervisi training. Keanggotaan bersifat wajib bagi mereka yang berminat  bekerja di salah satu bidang tersebut secara legal. Hampir semua artisan ahli, dan profesi bebas seperti pengacara dan dokter masuk dalam kelompok kepentingan semacam ini.   

Kelompok kepentingan profesi di Jerman yang mempengaruhi politik: 
1. Buruh (DGB) – serikat buruh baik kerah putih maupun kerah biru
2. PNS dan sektor publik (DBB) – 14 serikat PNS
3. Bisnis (BDI) à 14 asosiasi dagang (otomotif dan mesin pabrik)
4. Pengusaha (BDA) – 67 asosiasi (14 negara bagian dan 53 asosiasi level nasional)
5. Kamar dagang (DIHT) terdiri dari jutaan pengusaha di 81 distrik dan asosiasi lokal
6. Gereja Evangelis – EKD – Protestan
7. Bishop’s Conference – Katolik – 80 keusukupan
8. Pertanian – DBV  


oleh: Pipit Apriani
mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Undang-undang Pemilu Jerman tahun 1953

Perjalanan penentuan Parliamentary Threshold 5% di Jerman

Tipologi partai-partai politik di Jerman