Menyusun kandidat party list
Bagaimana party list negara bagian untuk pemilu
federal disusun? Ada sejumlah hal yang diperhatikan oleh partai dalam menyusun
daftar partai. Daftar partai adalah kandidat yang akan bertarung di level
negara bagian.
Pertama, kursi daftar partai diprioritaskan untuk
kandidat distrik terlebih dahulu. Sistem pemilu Jerman memungkinkan seseorang menjadi
kandidat di distrik dan di negara bagian. Aturan ini tidak diatur dalam statuta
partai manapun, tetapi sudah berlangsung sejak beberapa dekade. Dua model
pencalonan kandidat ini sudah dilakukan sejak awal berdirinya Republik Federal
Jerman dan dilaksanakan juga oleh partai-partai yang baru. Setelah kandidat
distrik mengisi daftar partai, maka nomor urut berikutnya diberikan kepada
kandidat yang biasanya sulit menang.
Anggota parlemen di Bundestag dan lama berkarir di
parlemen belum tentu ditempatkan atau mendapatkan nomor urut daftar partai jika
dia tidak dekat dengan orang partai di daerah atau distrik di mana ia ingin
dicalonkan. Anggota parlemen tersebut harus mampu meyakinkan pengurus partai di
daerah tersebut bahwa dia perlu dan patut dinominasikan menjadi kandidat partai
dalam acara rapat penominasian. Hanya 13
MP yang terpilih pada pemilu 2009 yang bukan kandidat partai atau kandidat
distrik.
Kedua, petahana memiliki keuntungan dalam
penominasian kandidat. Petahana mendapatkan tempat yang paling aman dalam
daftar partai, sedangkan pendatang baru ada di nomor berikutnya. Prinsip ini
menjamin keterwakilan petahana yang berpengalaman sekaligus menjadi halangan
bagi kandidat muda yang baru pertama kali pertama kali menjadi caleg. Green
menerapkan ‘kuota pendatang baru’
sebagai koreksi atas aturan petahana seperti di atas. Di Lower Saxony dan
Berlin, hal ini sudah dimasukkan keddalam statuta partai, di Brandenburg hal
ini masih diperdebatkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterwakilan anak
muda di parlemen.
Ketiga, Kuota
jender. Diperkenalkan oleh Greens tahun 1985. Saat ini, Green dan partai Kiri
menerapkan kuota 5% dengan sistem zipper (selang seling pria dan wanita)
tergantung negara bagian , tapi 2011 sudah 50%. CDU menerapkan kuota sepertiga
untuk perempuan. CDU dan FDP tidak punya jender kuota secara formal, walaupun
ada debat internal terkait nominasi perempuan. Argumen utama adalah bahwa kuota
jender akan merusak kompetisi bebas dan kesempatan bagi setiap individu.
Keempat, Kuota regional. Alokasi posisi party list bagi organisasi partai
teritorial memainkan peran penting dalam komposisi party list. Di banyak negara
bagian di Jerman bagian barat, sistem yang sangat ketat dan fix untuk alokasi
ini menerapkannya walau tak tertulis dalam statuta partai. Slot party list
dialokasikan bagi region. Setiap region memiliki proses seleksi yang berbeda
untuk slot mereka. Dewan partai negara bagian akan menggabungkan list regional
yang berbeda, secara umum tanpa altering posisi.
Alokasi slot untuk setiap region kebanyakan berasal dari jumlah anggota
partai di region yang berbeda. Misalnya pada tahun 1949, SPD memperkenalkan
sistem kuota regional yang cukup ketat di North-Rhine Westphalia untuk 4 cabang
di negara bagian tersebut dengan membagi list ke dalam blok 10 tempat.
Berdasarkan jumlah anggota partai di region yang berbeda, untuk saat ini,
terdapat rumus 4:3:2:1, 4 untuk Western Westphalia, 3 untuk Lower Rhine, 2
untuk Middle Rhine dan 1 untuk Eastern Westphalia. SPD, CDU dan CSU menggunakan
kuota regional yang fix ini di semua negara Jerman bagian Barat, bahkan di
negara bagian dengan magnitude distrik yang kecil seperti di Rhineland
Palatnate tahun 2009 yang memiliki 16 mandat (wakil) dalam list.Bagi FDP,
aturan informal proporsionalitas bagi region yang berbeda adalah aturan yang
sangat penting selama proses seleksi kandidat untuk party list negara bagian.
Sebaliknya, Greens menganggap kuota regional kurang terinstitusionalisasi dan kurang
penting.
Comments
Post a Comment