Posts

Tipologi partai-partai politik di Jerman

Gunther dan Diamond (2003) telah mengklasifikasikan 15 tipe partai politik. Lees mencoba mencocokkan klasifikasi itu dengan partai-partai yang ada di Jerman. Klasifikasi tersebut menggunakan tiga kriteria yaitu 1) organisasi formal, 2) komitmen program, dan 3) strategi dan norma sikap partai. 1.Partai elit. Partai elit memiliki dua tipe yaitu partai dengan tokoh elit lokal dan partai klientelisme. 1. a. Partai dengan tokoh elit lokal muncul di awal abad 19, tidak memiliki organisasi formal dan muncul di masa ketika hanya sedikit yang berhak menjadi pemilih, mobilisasi pemilih yang sangat terbatas melalui hubungan personal dan reputasi. 1.b. Partai klientelisme terdiri dari konfederasi sejumlah tokoh elit lokal, mulai dari pemilik tanah tradisional atau kelas pedagang yang baru muncul. Organisasinya lemah, tapi sudah memiliki bentuk dan mulai memobilisasi pemilih yang lebih luas. Partai ini muncul seiring dengan melemahnya jaringan tradisional dan perkembangan sosial ...

Teori Partai Politik

Tipe ideal partai politik menurut Duverger (1975) adalah sebagai “universal mass participation in universal militant parties free to operate in a highly aware population.” Atau partisipasi masyarakat secara universal dalam partai militan yang universal dan bebas beroperasi dalam masyarakat yang tinggi kesadarannya. Tetapi, dalam prakteknya partai politik menjadi organisasi oligarki yang “didominasi oleh mereka yang terpilih oleh para pemilih, penerima mandat berkuasa atas pemberi mandat, delegasi berkuasa atas yang memberi kuasa delegasi.” Partai kemudian menjadi tidak efektif dalam menjalankan fungsi-fungsinya antara lain ditandai dengan menurunnya jumlah anggota partai politik, menurunnya angka partisipasi pemilu dan disillusionment dengan politik. Sumber: Charles Lees, Party Politics in German: A Comparative Politics Approach, Hampshire: Palgrave Macmillan, 2005,  Bab 7 Partai-partai Politik di Jerman

Fungsi utama partai politik

Fungsi utama partai politik adalah Ø   Rekrutmen elit Yaitu menempatkan kandidat partai untuk jabatan publik baik dipilih melalui pemilu maupun penunjukan. Ø   Melanjutkan penyelenggaraan lembaga-lembaga publik Menyediakan orang-orang (karyawan), menyediakan pemimpin dengan dukungan logistik atau oposisi yang efektif) Ø   Mewakili dan mengumpulkan kepentingan (mengubah tuntutan kepentingan sosial menjadi paket-paket yang dapat di-manage (dikelola) berdasarkan pilihan-pilihan kebijakan publik. Ø    Mobilisasi dan integrasi (mengintegrasikan warga negara ke dalam sistem politik dan memobilisasi partisipasi warga negara) Sumber: Charles Lees, Party Politics in German: A Comparative Politics Approach, Hampshire: Palgrave Macmillan, 2005,  Bab 7 Partai-partai Politik di Jerman

Penominasian kandidat dalam pemilu di Jerman

Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari Jerman mengenai hal-hal yang terkait dengan penominasian kandidat untuk jabatan yang dipilih (elected officials). 1. Sebagian besar kandidat partai memiliki pengalaman yang luas dalam kegiatan politik. Terutama pengalaman yang terkait dengan profesionallitas misalnya kampanye, kantor di partai, dan anggota di kantor-kantor lokal dan bersifat sukarela atau tidak dibayar. 2. Supaya nama mereka bisa muncul di penominasian, tidak cukup hanya motivasi dari diri sendiri saja belum cukup, tapi juga harus ada dorongan dari pihak eksternal. 3. Kompetisi internal partai terbatas yaitu hanya satu orang saja yang dapat masuk ke dalam kompetisi tersebut. 4. Kemampuan kompetensi  politik untuk nominasi dianggap sangat penting, tapi hal ini dianggap tidak penting untuk kemenangan mandat. Yang penting adalah karakter pribadi, seperti dapat dipercaya dan simpatik. 5. Demokrasi Jerman dianggap kuat karena kandidat merupakan wakil partai juga wakil...

Kelompok kepentingan dan politik di Jerman

Artikel ini membahas kelompok kepentingan dan pengaruhnya dalam politik di Jerman.  Jerman adalah negara yang masyarakatnya sangat terorganisir. Orang Jerman biasa dengan organisasi dan terbiasa bekerja dalam organisasi dengnan tujuan untuk memenuhi kepuasan individu dan kebutuhan kelompok. Kelompok kepentingan di Jerman bervariasi mulai dari kelompok kepentingan olahraga, menyanyi, konsumen, pekerja asing, sepakbola dan sebagainya. Ada kelompok kepentingan yang tidak tertarik dengan politik, ada yang sangat berkepentingan dengan politik dan bahkan cenderung mempengaruhi politik, khususnya kebijakan publik.  Sejumlah survei internasional menyebutkan bahwa Jerman suka menggunakan kelompok kepentingan sebagai alat untuk mempengaruhi pemerintah dibandingkan masyarakat di negara2 demokrasi di Barat lainnya seperti USA atau Inggris. Sehingga dengan demikian, Jerman masuk ke dalam kategori negara korporatis yaitu  kelompok kepentingan berpartisipasi langsung dalam pe...

Menyusun kandidat party list

Bagaimana party list negara bagian untuk pemilu federal disusun? Ada sejumlah hal yang diperhatikan oleh partai dalam menyusun daftar partai. Daftar partai adalah kandidat yang akan bertarung di level negara bagian. Pertama, kursi daftar partai diprioritaskan untuk kandidat distrik terlebih dahulu. Sistem pemilu Jerman memungkinkan seseorang menjadi kandidat di distrik dan di negara bagian. Aturan ini tidak diatur dalam statuta partai manapun, tetapi sudah berlangsung sejak beberapa dekade. Dua model pencalonan kandidat ini sudah dilakukan sejak awal berdirinya Republik Federal Jerman dan dilaksanakan juga oleh partai-partai yang baru. Setelah kandidat distrik mengisi daftar partai, maka nomor urut berikutnya diberikan kepada kandidat yang biasanya sulit menang. Anggota parlemen di Bundestag dan lama berkarir di parlemen belum tentu ditempatkan atau mendapatkan nomor urut daftar partai jika dia tidak dekat dengan orang partai di daerah atau distrik di mana ia ingin dicalonkan. Ang...

Sistem Pemilu Jerman

Sistem pemilu Jerman adalah kombinasi antara system pemilu perwakilan proporsional dan majoritarian.   Berdasarkan the Basic Law (konstitusi Republik Federal Jerman), jumlah anggota Bundestag minimal 598 orang.  Separuhnya atau 299 orang dipilih dari 299 distrik pemilu atau Wahlkreis . Sistem yang digunakan adalah majoritarian atau First Past the Post. Yang mendapatkan suara terbanyak, dialah pemenangnya. Separuhnya lagi, atau 299 orang dipilih melalui daftar partai dengan menggunakan system perwakilan proporsional. Dalam sistem pemilu ini, partai akan mendapatkan kursi sesuai dengan proporsi suara yang diperolehnya. Karena menggunakan dua system ini, maka pemilih Jerman mendapatkan dua surat suara yaitu surat suara pertama atau Erststimme dan surat suara kedua yang disebut dengan Zweitstimme. Surat suara pertama digunakan untuk memilih kandidat yang akan mewakili dapil distrik, sedangkan surat suara kedua digunakan untuk memilih kandidat yang akan mewakili negara bagi...